Breaking

100 Hari Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Keluarga Korban Nilai Penanganan Kasus Masih Lambat

TR
Sabtu, 08 Agustus 2026
100 Hari Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Keluarga Korban Nilai Penanganan Kasus Masih Lambat
Keluarga korban mengikuti doa bersama dalam peringatan 100 hari kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (7/8/2026).

KOTA BEKASI — Ratusan hari berlalu sejak tragedi maut itu merenggut nyawa orang-orang terkasih, namun luka keluarga korban kecelakaan kereta api di Bekasi belum juga mengering. Jumat (7/8/2026), mereka berkumpul di Stasiun Bekasi Timur untuk menggelar peringatan 100 hari, ditandai dengan pembacaan doa, yasin bersama, dan tabur bunga.

Suasana haru menyelimuti lokasi peringatan. Di sela-sela doa, para keluarga kembali mengingat peristiwa kelam yang terjadi pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.40 hingga 20.57 itu. Bencana tersebut tak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga sederet pertanyaan yang hingga kini belum menemukan jawaban.

Investigasi KNKT Disebut Belum Juga Tuntas

Anggi Al-Hakim, perwakilan keluarga korban, mengungkapkan bahwa hingga hari ini pihaknya belum menerima hasil investigasi akhir dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Padahal, sebelumnya ada janji bahwa temuan lengkap akan diserahkan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah kejadian.

"Ada beberapa kekecewaan yang kami rasakan sebagai keluarga korban. Pertama banyak pejabat yang mengatakan akan bergerak cepat, namun kenyataannya yang kami rasakan justru bergerak lambat," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Keluarga Korban Minta Instansi Terkait Lebih Terbuka

Anggi menegaskan, pihaknya tidak meminta hal yang berlebihan. Tuntutan mereka hanyalah standar minimum, yakni setiap instansi yang bertanggung jawab bekerja sesuai prosedur dan menyampaikan perkembangan penanganan secara transparan.

"Kami meminta seluruh instansi yang memiliki tanggung jawab atas tragedi ini untuk terbuka dan memberikan seluruh informasi yang berkaitan dengan proses penanganannya. Sampai saat ini, kami belum menerima informasi yang jelas dari instansi-instansi terkait," tegasnya.

Ia juga menyayangkan adanya komentar-komentar negatif di media sosial yang justru menyakitkan hati keluarga yang tengah berduka. "Ironisnya, ketika kami menuntut sesuatu yang seharusnya menjadi standar, justru muncul komentar-komentar di media sosial yang sangat menyakitkan hati kami," katanya.

Dampak Kecelakaan: Banyak Korban Jiwa dan Luka-luka

Kecelakaan maut yang terjadi pada akhir April lalu itu meninggalkan duka yang sangat dalam. Peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan banyak korban meninggal dunia, tetapi juga meninggalkan korban luka berat, sedang, dan ringan yang hingga kini masih menjalani pemulihan.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menunggu kejelasan dan kepastian hukum atas tragedi tersebut. Mereka berharap proses penanganan kasus segera menemui titik terang agar keadilan yang selama ini dinantikan bisa segera ditegakkan.

Sumber: rri.co.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua