GIIAS 2026: Volvo Pamerkan EX90 dan ES90, Strategi Elektrifikasi Premium yang Lebih Berani
JAWA BARAT — GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi panggung bagi Volvo untuk merayakan 99 tahun perjalanan mereka. Alih-alih sekadar pameran, ajang ini dipakai untuk menunjukkan arah masa depan: elektrifikasi penuh. Volvo Car Indonesia (VCID) membawa jajaran Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Mild Hybrid Electric Vehicle (MHEV) dalam satu lini.
Yang paling menarik perhatian adalah kehadiran Volvo EX90. SUV listrik ini bukan sekadar model baru, melainkan representasi dari filosofi keselamatan yang sudah menjadi DNA merek sejak 1927. Di atas kertas, EX90 adalah jawaban Volvo atas dominasi Lexus dan BMW di segmen SUV premium tanah air.
EX90: Flagship Listrik dengan Teknologi Keselamatan Generasi Terbaru
EX90 hadir dengan desain Skandinavia yang khas—minimalis, bersih, dan fungsional. Namun di balik tampilan luarnya yang kalem, terdapat teknologi keselamatan aktif yang diklaim sebagai generasi terbaru. Volvo menyematkan sensor LiDAR dan radar yang bekerja untuk mendeteksi objek di sekitar kendaraan secara real-time.
Sistem ini dirancang untuk memprediksi potensi tabrakan lebih awal, bahkan sebelum pengemudi menyadarinya. Ini bukan fitur gimmick; ini adalah langkah Volvo untuk mewujudkan visi mereka mencapai nol fatalitas. Untuk pasar Indonesia, fitur ini bisa menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang mengutamakan keamanan keluarga.
Dukungan Google Built-in: Konektivitas yang Lebih Intuitif
Salah satu pembeda EX90 dari kompetitornya adalah integrasi Google built-in. Sistem infotainment ini memungkinkan pengguna mengakses Google Maps, Google Assistant, dan aplikasi dari Play Store langsung dari layar tengah. Tidak perlu menghubungkan ponsel untuk navigasi—semua sudah tertanam di sistem.
Bagi pengguna yang terbiasa dengan ekosistem Android, pengalaman ini terasa natural dan responsif. Namun, perlu dicatat bahwa ketergantungan pada layanan Google berarti membutuhkan koneksi internet yang stabil untuk beberapa fitur. Di area dengan sinyal lemah, fungsi navigasi real-time mungkin sedikit terganggu.
Lini PHEV dan MHEV: Jembatan Transisi yang Masih Relevan
Volvo tidak serta-merta meninggalkan mesin pembakaran internal. XC60 dan XC90 masih ditawarkan dalam varian Plug-in Hybrid (PHEV) dan Mild Hybrid (MHEV). Ini adalah strategi cerdas untuk menjangkau konsumen yang belum siap sepenuhnya beralih ke BEV, terutama yang khawatir dengan infrastruktur pengisian daya di luar Jawa.
Varian PHEV menawarkan jarak tempuh harian yang bisa mengandalkan tenaga listrik murni, sementara mesin bensin menjadi cadangan untuk perjalanan jauh. Sementara itu, MHEV hadir sebagai opsi paling konvensional, dengan sistem 48V yang membantu efisiensi bahan bakar. Pilihan ini memperluas basis pelanggan Volvo di Indonesia.
Komunitas Tumbuh: Lebih dari Sekadar Angka Penjualan
Koji Horii, CEO Volvo Car Indonesia, menyebutkan bahwa komunitas Volvo di Indonesia kini beranggotakan lebih dari 500 orang. Angka ini mungkin kecil dibandingkan merek Jepang, tapi menunjukkan loyalitas yang kuat. "Kepercayaan itulah yang menjadi semangat kami untuk terus menghadirkan inovasi dan pengalaman premium bagi pelanggan di Indonesia," ujarnya.
Loyalitas ini tidak datang instan. Volvo membangunnya melalui program kepemilikan eksklusif yang ditawarkan di GIIAS. Detail program tersebut belum diumumkan secara rinci, tetapi biasanya mencakup paket perawatan, garansi baterai, dan layanan darurat 24 jam.
Yang Perlu Diperhatikan: Harga dan Persaingan
Volvo tidak merilis harga resmi dalam siaran pers ini. Namun, sebagai SUV listrik premium, EX90 dipastikan akan dibanderol di atas Rp 1,5 miliar. Ini menempatkannya di zona persaingan langsung dengan BMW iX dan Mercedes-Benz EQE SUV.
Keputusan pembelian di segmen ini tidak hanya soal spesifikasi, tapi juga status dan layanan purna jual. Volvo perlu membuktikan bahwa jaringan dealer dan ketersediaan suku cadang mereka mampu bersaing dengan raksasa Jerman. Jika tidak, EX90 hanya akan menjadi pilihan kedua bagi mereka yang gagal mendapatkan unit BMW atau Mercedes.
Meski begitu, bagi konsumen yang memprioritaskan keselamatan aktif dan desain yang tidak mengikuti arus, EX90 menawarkan nilai yang berbeda. Ini bukan mobil untuk semua orang, tapi untuk mereka yang tahu persis apa yang mereka butuhkan: keamanan maksimal untuk orang-orang tercinta.